Salah satu strategi yang didorong oleh Kementerian Perdagangan Indonesia untuk menghadapi kondisi ekonomi dunia adalah dengan mengubah target pasar ekspor yang sebelumnya berfokus pada negara-negara maju menjadi negara-negara pasar non tradisional seperti negara-negara berkembang. Hal ini biasa disebut sebagai diversifikasi pasar ekspor.
Strategi ini juga diterapkan oleh PT Benteng Mas Persada pada tahun 2025, terbukti berhasil mengekspor produk ke negara pasar non-tradisional yaitu Guyana dan Tahiti, dengan mengirimkan masing-masing satu kontainer ke masing-masing negara.

Nilai total ekspor juga berbeda, Guyana sebesar 20.000 USD sedangkan negara Tahiti sebesar 7.000 USD.
Produk yang dikirim pun memiliki jenis yang berbeda-beda. Produk yang dikirim ke Guyana dengan total 345 pack, berupa mixed houseware yang terdiri dari Pail 80, Milia Rack Organizer, Pizza Round Food Pack, Container Box 50, dan masih banyak lagi.
Dibandingkan dengan Tahiti, produk yang dikirim dengan total 275 kemasan adalah furnitur plastik yang terdiri dari laci, lemari, dan rak.
Semua produk yang dikirim ke kedua negara tersebut terbuat dari bahan plastik tebal dengan kualitas terbaik. Produk yang dikirim juga memiliki beragam warna yang menarik dan tidak mudah pudar, serta desain modern yang menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Kegiatan ekspor ke Guyana dan Tahiti ini menunjukkan bahwa pasar non-tradisional memiliki potensi yang besar bagi perusahaan lokal yang ingin menyentuh pasar internasional. Hal ini membuktikan bahwa strategi diversifikasi pasar dan menjaga kualitas produk menjadi kunci sukses di tengah kondisi perekonomian dunia.